Hello my 2.
364 hari menuju 20 tahun.
hari ini, saat menjalani 19 tahunku aku belajar sesuatu, bahwa nyatanya manusia itu sungguh menyakitkan, kenyataannya manusia itu seperti ombak, mampu membawa mu terombang ambing di lautan.
bahwa manusia adalah makkluk paling ssempurna yang Allah ciptakan, hingga banyak sekali sifat sifat manusia yang dapat dilihat.
kala itu, saat di perantauan, pengalaman pertama ku, bisa dibilang berat, tapi tidak juga. hebatnya, aku jarang sekali homesick, karena mimpi ku selalu ingin bebas dan terbang. saat itu aku tidak ingin di kekang oleh siapapun, aku ingin menjalani hidup dengan gaya ku sendiri. banyak sekali hal yang tidak aku sukai di rumah, banyak hal yang menurutku tidak adil, jadi aku jarang merindukan rumah.
solo tahun 2023. semester 3
aku mengalami banyak sekali teguran, masalah yang sebenarnya sangat kecil, tapi sungguh membuat ku rapuh. aku mulai merasakan kembali perasaan yang sama ketika berada di tahun 2018. perasaan sesak yang tak terdeskripsikan, perasaan bahwa aku sendiri, perasaan di tinggalkan atau bisa dibilang di buang.
perasaan itu muncul kembali. di tahun 2022 aku menerima semuanya, menerima perasaan yang menurutku menyakitkan, tidak kuanggap lagi luka, bisa dibilang aku berdamai dengan perasaan itu. walaupun sungguh, berdamainya tidak mudah.
hari itu, semua perasaan itu kembali, perasaan saat aku menganggap diriku salah, perasaan saat aku merasa tak berdaya, perasaan saat aku kehilangan diriku sendiri. perasaan dimana seolah ada tali terikat di leherku. ada sesuatu yang membuatku tak bisa bergerak. perasaan tenggelam sepi, dan tak ada seorang pun saat itu yang peduli.
nyatanya manusia semenyakitkn itu, nyatanya manusia selicik itu, sejahat itu. aku merasa terkhianati, merasa di campakkan seorang diri.
saat itu aku bahkan tak bisa merasakan rasanya nikmat, kata kata yang dilontarkan sungguh menyakitkan. bisa di bilang aku adalah orang yang mudah sekali terbawa perasaanya, kalau kata orang baper. sepenggal kata bisa membuatku kehilangan banyak hal dari diriku.
namun kala itu aku di uji oleh manusia, yang melontarkan banyak sekali perkataan menyakitkan, sungguh aku hanya orang biasa yang hatinya tidak sekuat itu. sungguh aku orang mudah sekali terombang ambing, bahkan hanya dengan satu 2 kata " aku membencimu".
aku ikhlas, tapi ini sungguh menyakitkan.
pada tulisan kali ini tidak ada kata motivasi, aku hanya ingin menuliskan sesak yang sudah lama ku penndam, bahwa aku ingin berteriak kepada mereka, bahwa aku juga punya perasaan.
bahwa yang kalian katakan itu menyakitkan, aku tidak benci jika salah, tapi aku benci jika kalian meninggalkanku, kalian tidak melihatku, kalian tidak peduli padaku, aku benci saat orang merebut diriku. aku hanya manusia yang tidak bisa melawan, aku tidak negitu suka cari musuh, menyangkal pertanyaan orang.
saat itu, aku berada di satu lingkarang, yang bahkan saat itu kamu bahkan tidak menanyakan ku, kamu tidak membantuku. aku hanya ingin kamu ajari aku, setidak suka itukah, aku sudah pernah bilang tegur aku jika salah, tapi kamu hanya diam, kamu bahkan tidak menegurku. lalu suatu hari kamu membuatku seperti di ujung jurang, meinggalkan ku, membiarkan aku mringkuk. kamu dan mereka bahkan tak ada yang memberikan uluran tangan.
lalu kamu datang, dan membuat ku terluka, ntahlah, itu pertama kalinya aku membenci seseorang. pertama kalinya, seseorang membuatku kehilangan diriku dalam sekejap, hanya butuh 1 minggu baginya.
namun saat ini aku sudah tidak begitu peduli, biarlah itu menjadi pelajaran buatku, biarlah itu menjadi sesuatu yang hanya aku rasakan, walaupun efeknya terasa hingga sekarang, tapi bagiku saat ini itu bukan segalanya. memikirkann diriku adalah yang utama, aku punya banyak hal yang harus di raih, banyak hal yang harus di kejar, memikirkan perkataan meraka bukan hal penting bagiku.
apakah aku sudah berdamai ? belum... masih sangat menyakitkan kalau diingat ingat. tapi tugas manusia adalah berdoa dan berusaha, jadi berusaha menghilangkan itu adalah tujuan buatku. membangun diriku adalah tugas ku saat ini,
jangan terlalu pikirkan orang lain, batinku menjerit seperti itu. walaupun hati ini masih suka kadang memikirkan orang lain. saat ini tak kan aku biarkan siapapun mencuri diriku lagi, bahkan takkan kubiarkan diriku sendiri mencurinya.
Hello Me 2
Bersanbung...
Komentar
Posting Komentar