Langsung ke konten utama

TABIK

Bagaimana mungkin aku berjalan menuju sungai tanpa ada batu, bagaimana aku berenang tnpa air. Bagaimana rasanya berjalan tanpa tujuan. Berjalan tanpa air dan terbang tanpa angin

Kata orang menjadi sempurna itu begini, begitu , lalu di tuntut seperti itu, padahal ada banyak cara menjadi aku.

Aku adalah aku, bahkan ketika kita menjadi orang lain aku adalah aku.

Jantung ku yang selalu berdebar dan berdetak kuat kala aku mendengarnya , aku yang menyukai diriku, yang selalu ingin bebas, dan bermimpi. Selalu ingin menulis dan menuangkan rasa, yang masih mencari pena baru dan buku baru. Bahkan ketika itu tidak sejalan dengan mimpi  ku bagaiman amungkin aku berhasil melewatinya.

Betapa bahagianya dan keren itu, ketika tahu perjalanan ku tidak mudah. Ketika tahu, dulu, kala rasa rendah itu mengalir, rasa tak suka itu datang, aku hanya memiliki satu keyakinan utuh, satu hal yang membuatku untuk tetap tegak.

Setiap aku berjalan, berlari, berfikikir, itu semua menyenangkan. Aku selalu ingin melihat dunia lebih, seberapa banyak lagi orang yang berlari, seberapa banyak orang yang bertemu dan berpisah, seberapa keras orang berusaha. Sungguh luar biasa, aku rasa itu menjadi hal special dari manusia.

Senang rasasnya diberikan sebuah rasa yang beragam, masalah yang beragam, sayang yang beragam.

 

Komentar